Sabtu, 28 April 2018

Hubungan PENGEMBANGAN SISTEM BERORIENTASI OBJEK Dengan UML


1.        Jelaskan apa yang dimaksud dengan pengembangan sistem berorientasi objek dan apa hubungannya dengan UML?
Pengembangan berorientasi objek yaitu cara berpikir baru tentang perangkat lunak berdasarkan abstraksi yang terdapat dalam dunia nyata. Dalam konteks pengembangan menunjuk pada bagian awal dari siklus hidup pengembangan sistem, yaitu survei, analis, desain, implementasi dan pemeliharaan sistem.
Hubungan sistem berorientasi objek dengan UML : UML itu sebagai salah satu alat bantu yang sangat handal dalam bidang pengembangan sistem berorientasi objek karena UML menyediakan bahasa pemodelan visual yang memungkinkan pengembang sistem membuat blue print atas visinya dalam bentuk yang baku.

2.        Jelaskan 3 teknik/konsep dalam OOA/OO?
a.      Pemodulan (Encapsulation)
Encapsulation merupakan dasar untuk pembatasan ruang lingkup program terhadap data yang diproses. Data dan prosedur atau fungsi dikemas bersama-sama dalam suatu objek, sehingga prosedur atau fungsi lain dari luar tidak dapat mengaksesnya. Dan data terlindung dari prosedur atau objek lain, kecuali prosedur yang berada dalam objek itu sendiri.
b.      Penurunan (Inheritance)
Inheritance adalah teknik yang menyatakan bahwa anak dari objek akan mewarisi  data/atribut  dan metode dari induknya langsung. Atribut dan metode dari objek dari objek induk diturunkan kepada anak objek, demikian seterusnya.
c.       Polymorphism
Polymorphism merupakan konsep yang menyatakan bahwa sesuatu yang sama dapat mempunyai bentuk dan perilaku berbeda.

3.        Jelaskan 3 elemen utama dalam UML?
a.      Benda / Things / Objek
Objek merupakan bagian paling statik dari sebuah model yang menjelaskan elemen–elemen lainnya dari sebuah konsep.
b.      Hubungan / Relationship
Ada 4 macam hubungan dalam penggunaan UML, yaitu :
  • Dependency, hubungan semantik antara dua objek yang mana sebuah objek berubah mengakibatkan objek satunya akan berubah pula. 
  • Association, hubungan antar benda secara struktural yang terhubung diantara objek dalam kesatuan objek. 
  • Generalizations, hubungan khusus dalam objek anak yang menggantikan objek induk dan memberikan pengaruhnya dalam hal struktur dan tingkah lakunya kepada objek induk.
  • Realizations, hubungan semantik antarpengelompokkan yang menjamin adanya ikatan diantaranya yang  diantara interface dan kelas atau elements, serta antara use cases dan collaborations.
c.       Bagan atau Diagrams
Diagram adalah yang menggambarkan permasalahan maupun solusi dari permasalahan suatu model.

4.        Jelaskan diagram apa saja yang ada pada  UML?
  • Diagram Use Case, menggambarkan apa saja aktifitas yang dilakukan oleh suatu sistem dari sudut pandang pengamatan luar.
  • Diagram Class, memberikan pandangan secara luas dari suatu sistem dengan menunjukan kelas-kelasnya dan hubungan mereka.
  • Diagram Package dan Object,merupakan kumpulan elemen – elemen logika UML yang bertujuan untuk mengelompokkan Diagram class yang lebih kompleks.
  • Diagram Sequence, merupakan salah satu diagram Interaction yang menjelaskan bagaimana suatu operasi itu dilakukan yang diatur berdasarkan waktu.
  • Diagram Collaboration juga merupakan diagram Interaction berfungsi membawa informasi yang sama dengan diagram Sequence, tetapi lebih memusatkan atau memfokuskan pada kegiatan obyek dari waktu informasi itu dikirimkan.
  • Diagram State Chart merupakan indikator yang menunjukan kemungkinan dari keadaan obyek dan proses yang menyebabkan perubahan pada keadaannya.
  • Diagram Activity, menunjukkan bagaimana aktifitas – aktifitas tersebut bergantung satu sama lain. dan berfokus pada aktifitas – aktifitas yang terjadi yang terkait dalam suatu proses tunggal.
  • Diagram Component adalah sebuah kode – kode modul yang merupakan fisik sebenarnya dari diagram Class.
  • Diagram Deployment menerangkan bahwa konfigurasi fisik software dan hardware.

Kamis, 22 Maret 2018

PIMPINAN DAN KOMUNIKASI


Pimpinan adalah sebuah jabatan atau istilah panggilan pemegang kekuasaan dalam suatu kelompok organisasi formal maupun nonformal bagi para anggota terpimpin.
Herbert T. mengemukakan bahwa “Komunikasi adalah proses mentrasfer pengetahuan atau makna untuk mencapai tujuan tertentu.”

A.      Pentingnya Komunikasi
Masalah komunikasi ini adalah inherent (melekat) terhadap kebutuhan manusia.  Rasanya tidak mungkin seseorang hidup sempurna tanpa berkomunikasi dengan orang lain.  Semikian pula halnya pada sebuah organisasi bisnis, komunikasi merupakan sumber kehidupannya. Seperti dinyatakan, komunikasi merupakan “Darah sebagai sumber kehidupan” bagi setiap organisasi dan merupakan kunci sukses dalam karir bisnis dan kehidupan pribadi seseorang.  Dikatakannya bahwa komunikasi ini sangat penting, sehingga bila tidak ada komunikasi maka organisasi itu tidak akan berfungsi.  Adapun bentuk organisasi itu, sosial, bisnis, profit atau non profit selalu ada komunikasi antara individu di dalamnya dan antar organisasi saling menukar informasi, ide, rencana, usul, koordinasi untuk membuat keputusan.
Jalur komunikasi internal yaitu komunikasi di dalam organisasi, sangat penting untuk kelancaran jalannya roda organisasi.  Komunikasi internal dapat memotivasi para pegawai di dalam organisasi agar bekerja lebih efisien.  Mereka memerlukan informasi yang tepat, menerima kejelasan tugas dan pengarahan dan mereka juga memerlukan kejelasan tujuan organisasi, prosedur, dan penyelesaian masalah.
Sedangkan komunikasi eksternal diperlukan untuk berkomunikasi dengan orang-orang lain di luar organisasi, seperrti relasi, langganan, konsumen atau dengan masyarakat pada umumnya.  Komunikasi eksternal ini mempunyai daya jangkau jarak jauh, yang akan membentuk good will (nama baik), dan membentuk imajinasi reputasi baik dihat masyarakat. Reputasi bagi sebuah organisasi dapat berbentuk dengan mengadakan komunikasi secara terus menerus dengan masyarakat, melalui berbagai cara dan kegiatan, seperti promosi di berbagai media, menyebarkan pamphlet dan sebagainya.

B.       Unsur-Unsur Dalam Komunikasi
1. Komunikator (pengirim berita) : Sebagai pengirim berita atau pesan, komunikator harus berusaha mengemukakan hal-hal yang terkandung dalam pikirannya secara jelas kepada pihak yang menerima berita, sehingga komunikan mudah dan cepat untuk memahami dan menaggapinya.
2. Menyampaikan berita : Dalam menyampaikan berita atau pesan, komunikator harus memperhatikan dengan siapa atau kepada siapa pesan itu disampaikan. Penyampaian berita atau pesan sudah harus disesuaikan dengan tingkat pengetahuan dan pengalaman pihak penerima berita.
3.   Berita-berita yang disampaikna : Isi berita atau pesan harus jelas, sehingga apa yang dimaksud oleh pengirim berita dapat diterima oleh pihak penerima berita. Berita atau pesan dapat disampaikan dalam berbagai bentuk, seperti perintah, permintaan, pendapat, saran atau usul, dapat disampaikan secara lisan maupun tulisan/gambar/kode dan lain-lain.
4.    Komunikan (penerima berita) : Merupakan penerima pesan atau berita yang disampaikan oleh komunikator. Dalam proses komunikasi, penerima pesan bertanggung jawab untuk dapat mengerti isi pesan yang disampaikan dengan baik dan benar. Penerima pesan juga memberikan umpan balik kepada pengirim pesan untuk memastikan bahwa pesan telah diterima dan dimengerti secara sempurna.
5.    Efek (reaksi atau tanggapan) : Efek atau tanggapan yang diberikan oleh pihak penerima berita disebut respon atau umpan balik. Dengan adanya tanggapan dari pihak penerima berita maka komunikator akan dapat mengetahui apakah berita yang dikirim tersebut sampai dan dimengerti atau tidak oleh pihak komunikan. Dengan adanya respon atau feed back  dari pihak komunikan maka akan terjadi proses komunikasi dua arah yang dikenal dengan sebutan “two wayscommunication.” 

C.      Meningkatkan Komunikasi Dalam Organisasi
1.    Strategi Menciptakan Komunikasi Yang Efektif Antar Anggota
Komunikasi yang baik tentunya didukung oleh hubungan sosial yang baik, menurut Dale Carniage, dalam bukunya Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang lain, menyatakan bahwa tak seorang pun yang suka diperintah, penggunaan bahasa tentunya mempengaruhi komunikasi nonverbal antara hubungan manusia, penggunaan pertanyaan lebih baik daripada perintah, memberikan kesempatan kepada orang lain untuk mengerjakan sendiri segala sesuatunya dan membiarkan mereka melakukan pekerjaannya dengan belajar dari kesalahan membuat orang mudah memperbaiki kesalahannya. Teknik seperti itu mampu menyelamatkan rasa bangga seseorang dan memberinya perasaan penting, dan cara itu mendorong semangat kerja sama dan kreativitas setiap individu. Dengan mengajukan pertanyaan, bukan perintah langsung, memberikan rasa keterbukaan antar anggota atau ketua dengan anggota yang saling menghargai sebagai rekan kerja bukan sebagai atasan atau bawahan.
Di dalam komunikasi yang efektif ada sikap menghargai setiap individu yang menjadi sasaran pesan yang kita sampaikan. Rasa hormat dan saling menghargai merupakan bagian dalam kita berkomunikasi dengan orang lain. Setiap  manusia ingin dihargai dan dianggap penting. Jika kita bahkan harus mengkritik atau memarahi seseorang, lakukan dengan penuh respek terhadap harga diri dan kebanggaaan seseorang. Jika kita membangun komunikasi dengan rasa dan sikap saling menghargai dan menghormati, maka kita dapat membangun kerjasama yang menghasilkan sinergi yang akan meningkatkan efektifitas kinerja kita baik sebagai individu maupun secara keseluruhan sebagai sebuah tim atau organisasi.
Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah audible, bagaimana seseorang mampu mendengarkan pesan yang disampaikan dan dapat dimengerti, apabila empati adalah seseorang harus mendengar terlebih dahulu ataupun mampu menerima umpan balik dengan baik, maka audible berarti pesan yang kita sampaikan dapat diterima oleh penerima pesan. Dalam komunikasi personal hal ini berarti bahwa pesan disampaikan dengan cara atau sikap yang dapat diterima oleh penerima pesan. Dalam suatu organisasi tentunya banyak informsi yang perlu disampaikan maka dengan menggunakan berbagai media, seperti media elektronik akan membantu efektifitas komunikasi.
Kejelasan atau clarity dalam memberikan informasi tentunya sangat mempengaruh efektifitas berjalannya komunikasi. Ketika suatu informasi disampaikan tidak jelas maka akan menimbulkan berbagai macam penafsiran, atau mungkin akan salah ditafsirkan, dimana ketika seseorang salah menafsirkan informasi disebabkan informasi yang tidak jelas, tentunya akan menghambat jalannya program kerja organisasi tersebut, atau dalam kegiatan yang sedang dilaksanakan. Dalam berkomunikasi kita perlu mengembangkan sikap terbuka (tidak ada yang ditutupi atau disembunyikan), sehingga dapat menimbulkan rasa percaya (trust) dari penerima pesan atau anggota organisasi. Karena tanpa keterbukaan akan timbul sikap saling curiga dan pada gilirannya akan menurunkan semangat dan antusiasme anggota organisasi.
Untuk membangun komunikasi yang efektif diperlukan rasa rendah hati (humble), sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum pertama untuk membangun rasa menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang kita miliki. Yang pada intinya antara lain, sikap yang penuh melayani (dalam bahasa pemasaran Customer First Attitude), sikap menghargai, mau mendengar dan menerima kritik, tidak sombong dan memandang rendah orang lain, berani mengakui kesalahan, rela memaafkan, lemah lembut dan penuh pengendalian diri, serta mengutamakan kepentingan yang lebih besar. Apabila setiap anggota organisasi memiliki sikap kerendahan hati, maka pribadinya akan menjadi komunikator yang baik, dimana ia mau mendengar, menghargai, dan menerima kritik. Seorang pemimpin tentunya harus memiliki kerendahan hati, tanpa menggunakan segala kewenangannya atau bersikap egois. Pemimpin yang rendah hati akan menjadi tauladan yang baik bagi para anggotanya. Apabila seorang pemimpin menjadi tauladan bagi anggotanya, maka setiap anggota akan merasa dihargai oleh pemimpinnya, dengan begitu komunikasi antara anggota dengan ketua akan lebih terbuka.
Komunikasi yang efektif didukung oleh ketepatan waktu setiap anggota organisasi dalam menjalankan komunikasi tersebut. Seperti dalam rapat, ketepatan waktu dalam kehadiran setiap anggota akan membantu efektifitas komunikasi. Dalam penerapannya masih banyak anggota yang tidak tepat waktu dalam menghadiri rapat. Maka dengan memberikan reward dan punishment akan membantu meningkatkan kesadaran anggota untuk lebih memperhatikan waktu. Reward merupakan salah satu alat untuk peningkatan motivasi para anggota organisasi. Cara ini bisa meng-asosiasi-kan perbuatan dan kelakuan seseorang dengan perasaan bahagia, senang, dan biasanya akan membuat mereka melakukan suatu perbuatan yang baik secara berulang-ulang. Selain motivasi, reward juga bertujuan agar seseorang menjadi giat lagi usahanya untuk memperbaiki atau meningkatkan prestasi yang telah dapat dicapainya. Sebaliknya punshiment dapat  diartikan sebagai hukuman atau sanksi. Jika reward merupakan bentuk doronngan  yang positif, maka punishment sebagai bentuk dorongan yang negatif, tetapi kalau diberikan secara tepat dan bijak bisa menjadi alat motivasi.

            2.    Strategi Menciptakan Keterbukaan Antar Anggota Organisasi
Organisasi dapat berkembang ketika setiap anggotanya memiliki sikap terbuka antar satu sama lain. Keterbukaan antar anggota organisasi dapat membantu dalam memecahkan masalah-masalah pada organisasi tersebut. Iklim komunikasi yang penuh persaudaraan mendorong para anggota organisasi berkomunikasi secara terbuka, rileks dan ramah-tamah dengan anggota yang lain. Sedangkan iklim yang negative menjadikan anggota tidak berani berkomunikasi secara terbuka. Iklim dapat ditandai dengan gabungan-gabungan yang berberda dari pengaruh komunikasi, seperti perasaan acuh tak acuh, keikutsertaan, bermusuhan, bertahan, pemikiran positif dan negative beberapa hal tersebut memberikan pengaruh terhadap iklim komunikasi. Iklim komunikasi yang positive tentunya membantu para anggota untuk terbuka satu sama lainnya dalam menyampaikan segala masalah baik itu menyangkut masalah organsisai, atau pribadi. Sebaliknya iklim negative akan membuat ketidaknyamanan para anggota organisasi untuk saling terbuka dalam menyampaikan masalah organisasi atau masalah pribadi.
Watak anggota organisasi yang berbeda-beda tentunya mempengaruhi komunikasi dalam organiasi tersebut. Orang yang cenderung verbal dia akan mengutarakan segala masalahnya terhadap rekan kerja atau anggota organisasi, sebaliknya orang yang nonverbal, dia tidak mudah untuk menyampaikan masalahnya baik masalah organisasi atau masalah pribadinya, maka sikap saling pengertian antar anggota sangat diperlukan, dimana anggota yang condong berkomunikasi verbal lebih aktif dalam mengkomunikasikan masalahnya dan melakukan pendekatan secara pribadi kepada anggota yang berkomunikasi secara nonverbal tanpa harus menunggu orang tersebut mengutarakan masalahnya.

Rabu, 21 Februari 2018

MAKALAH LGBT


PENGERTIAN LGBT
LGBT adalah sebuah singkatan yang memiliki arti Lesbian, Gay, Bisexual dan juga Transgender dan arti dari semua istilah tersebut dapat anda lihat dibawah ini :
  • Lesbian : Seorang perempuan yang mencintai atau menyukai perempuan, baik dari segi fisik ataupun dari segi seksual dan juga spiritualnya, jadi memang hal ini sangatlah menyimpang.
  • Gay :  Seorang laki-laki yang menyukai dan juga mencintai laki-laki, dan kata-kata gay ini sering disebutkan untuk memperjelas atau tetap merujuk pada perilaku Homoseksual.
  • Bisexual : Bisexual ini sedikit berbeda dengan kedua pengertian diatas karena orang bisexual itu adalah orang yang bisa memiliki hubungan emosional dan juga seksual dari dua jenis kelamin tersebut. Jadi orang ini bisa menjalin hubungan asmara dengan laki-laki ataupun perempuan
  • Transgender : Ketidaksamaan dari identitas gender yang diberikan kepada orang tersebut dengan jenis kelaminnya, dan seorang transgender bisa termasuk dalam orang yang homoseksual, biseksual, atau juga heteroseksual.
Dari semua pengertian yang dijabarkan diatas memang semuanya memiliki sebuah kesamaan yaitu mencari kesenangan baik dari segi psikis ataupun psikologis dan mereka bisa melakukan hubungan dengan sesama jenis, bukan melakukannya dengan lawan jenis seperti orang normal.


JENIS-JENIS LGBT
Jenis-Jenis dari Lesbian
  • Butchy : Wanita dalam kategori ini memiliki sosok maskulin dengan ciri-ciri berpenampilan layaknya seorang pria. Di dunia lesbian, butchy atau buci berperan sebagai pria dalam sebuah hubungan.
  • Femme : Wanita dalam kategori ini memiliki sosok feminin, memiliki penampilan layaknya seorang wanita pada umumnya. Jika butchy dianggap sebagai sosok pria dalam sebuah hubungan, maka femme berperan sebagai wanita dalam sebuah hubungan.
  • Andro : Wanita dalam kategori ini sosok yang bisa keduanya. Maksudnya dalam dandanan, mereka bisa saja terlihat feminin layaknya femme, tetapi cenderung berperan seperti buci. Label andro sendiri terbagi menjadi dua :
    • Andro Femme : Biasanya berpenampilan tomboy, tapi tetap terlihat seperti wanita dan berperan sebagai layaknya femme. 
    • Andro Butchy : Berpenampilan seperti pria tapi masih ada sifat ceweknya dan berperan sebagai butchy.
  • Biseksual / Triseksual : Wanita dalam kategori ini memiliki hubungan dengan pria. Namun, kepuasan seksual yang mereka dapatkan dari sesama wanita. Walaupun mereka mempunyai pacar seorang pria, mereka selalu melibatkan wanita lain dalam hubungan tersebut sebagai pemuas hasrat seks.

Jenis-Jenis dari Gay
  • Close-couple : Homoseksual yang hidup dengan pasangannya dan melakukan aktifitas yang hampir sama dengan pernikahan yang dilakukan oleh kaum heteroseksual.
  • Open-couple : Homoseksual jenis ini memiliki pasangan dan tinggal bersama, tetapi memiliki pasangan seksual yang banyak, dan menghabiskan waktu yang lebih banyak untuk mencari pasangan seks.
  • Functional : Homoseksual jenis ini tidak memiliki pasangan, dan memiliki pasangan seks yang banyak, tetapi dengan sedikit masalah seksualitas. Individu homoseksual ini kebanyakan individu muda, yang belum menerima orientasi seksualnya, dan memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap seksualitas.
  • Dysfunctional : Tidak memiliki pasangan menetap, memiliki jumlah pasangan seksual yang banyak, dan jumlah permasalahan seksual yang banyak.
  • Asexual : Ketertarikan terhadap aktifitas seksual rendah pada kelompok ini, dan cenderung untuk menutup-nutupi orientasi seksualnya.

Jenis-Jenis dari Biseksual
  • Laki-laki : Seorang lelaki yang telah memiliki istri (pasangan wanita), akan tetapi dia juga mencintai pria lain.
  • Perempuan : Seorang perempuan yang telah memiliki suami (pasangan laki-laki), akan tetapi dia mencintai wanita lain.

Jenis-Jenis dari Transgender
  • Waria (Transwoman) : Seseorang yang terlahir dengan alat kelamin laki-laki (penis), namun merasa dirinya perempuan.
  • Priawan (Transman) : Seseorang yang terlahir dengan alat kelamin perempuan (vagina), namun lebih merasa dirinya laki-laki.

Postingan TERBARU

SISTEM CERDAS - Spreading Activation Mobile (SAM)

Spreading Activation Mobile (SAM) adalah aplikasi yang dikembangkan oleh Cincinnati Children’s Hospital Medical Center untuk ngelacak k...

Postingan POPULER