Minggu, 28 Januari 2018

Segala Hal Tentang PROSES BISNIS



1.    Definisi Proses Bisnis
Proses bisnis adalah kumpulan aktifitas yang membawa satu atau lebih bermacam-macam dari input dan membuat output yang memberi nilai pada pelanggan.

Definisi proses bisnis menurut beberapa ahli :
a)   Proses Bisnis Menurut Huat, T Chwee (1990)
Menurut Huat, bisnis merupakan istilah umum yang menggambarkan semua aktifitas dan institusi yang memproduksi barang maupun jasa didalam kehidupan sehari-hari.
b)   Proses Bisnis Menurut Steinford (1979)
Steinford menjelaskan tentang proses bisnis yang bunyinya “Business is an institution which produces goods and services demanded by people.” Artinya bisnis merupakan sebuah institusi yang memproduksi barang dan jasa yang di butuhkan oleh masyarakat.
c)    Proses Bisnis Menurut Allan Afuah (2004)
Bagi Allan yang dikatakan dengan bisnis ialah "Business is the organized effort of individuals to produce and sell for a provit, the goods and services that satisfy societies needs. The general term business refer to all such efforts within a society or within an industry”. Yang maksudnya bisnis merupakan sebuah kegiatan individu yang menghasilkan dan menjual barang dan jasa untuk mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dalam suatu industri.
d)   Proses Bisnis Menurut Griffin dan EEbert (1996)
“Business is all those activities involved in providing the goods and services needed or desired by people”. Maknanya bahwa bisnis itu merupakan semua aktivitas yang menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh konsumen.
e)   Proses Bisnis Menurut Glos, Steade dan Lowry (1996)
Bisnis merupakan sekumpulan aktifitas yang dilakukan guna untuk menciptakan dengan mengembangkan dan menghasilkan sumber daya menjadi barang dan jasa yang di inginkan konsumen.
f)     Proses Bisnis Menurut Hughes dan Kapoor
“Business is an organization that provides goods or services in order toearn provit”. Sejalan dengan pengertian yang sebelumnya, disini bisnis merupakan sebuah organisasi yang menghasilkan barang dan jasa untuk mendapatkan laba.
g)   Proses Bisnis Menurut Musselman dan Jackson (1992)
Bisnis adalah jumlah seluruh kegiatan yang diorganisir oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang perniagaan dan industri yang menyediakan barang dan jasa untuk kebutuhan mempertahankan dan memperbaiki standard serta kualitas hidup mereka.

2.    Definisi Fungsi Bisnis
Fungsi bisnis adalah untuk menciptakan nilai kegunaan suatu produk yang semula kurang bernilai setelah diubah atau diolah sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat atau konsumen.
Fungsi utama bisnis adalah menciptakan nilai suatu produk atau jasa dengan cara :
a)   Mengubah bentuknya (form utility), fungsi produksi
b)   Memindahkan tempat roduk (place utility), fungsi distribusi
c)    Mengubah kepemilikannya (possessive utility), fungsi penjualan
d)   Menunda waktu kegunaan (time utility), fungsi pemasaran.

Fungsi bisnis terbagi menjadi dua yakni menurut tokoh dan fungsi dalam mikro dan makro yakni :
a.  Menurut Steinhoff (1979:17), fungsi yang dilakukan oleh aktivitas bisnis dapat dikelompokkan ke dalam tiga fungsi dasar, yaitu :
1)   Acquiring Raw Materials (Memperoleh Bahan Baku)
Contoh : Dalam membuat roti kita memerlukan tepung terigu untuk membuatnya, membuat lemari kita juga memerlukan kayu untuk membuatnya, dan dalam membuat buku tulis kita memerlukan dahan untuk dapat membuatnya.
2)   Manufacturing Raw Materials into Products
Setelah bahan baku yang kita peroleh nanti akan diolah menjadi sebuah produk. Misalnya : dalam membuat roti, tepung terigu diubah menjadi roti dengan berbagai rasa.
3)   Distributing Products to Consumers
Produk yang dihasilkan lalu di distribusikan kepada konsumen.
b.  Fungsi mikro bisnis dan makro bisnis
     1. Fungsi mikro bisnis,  konstribusi terhadap pihak yang berperan langsung, yaitu :
a)   Pekerja atau Karyawan
  Pekerja menginginkan gaji yang layak dari hasil kinerjanya, sedangkan manajer menginginkan kinerja yang tinggi yang ditunjukkan dengan omzet penjualan dan laba.
b)   Dewan Komisaris
Mengawasi dan memantau kegiatan manajemen dan memastikan berjalannya kegiatan hingga mencapai tujuan perusahaan.
c)    Pemegang Saham
     Investor memiliki kepentingan dan tanggung jawab tertentu terhadap suatu perusahaan.
2.  Fungsi makro bisnis, kontribusi terhadap pihak yang berperan langsung, yaitu :
a)   Masyarakat Sekitar Perusahaan
Memberikan kontribusi kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan.
b)   Bangsa dan Negara
Bertanggung jawab kepada bangsa dan negara yang diwujudkan dalam bentuk membayar pajak.

3.    Definisi dan Sebutkan Area Fungsional
a.    Definisi Area Fungsional
Perusahaan mempunyai area fungsional utama dari operasional yang harus diikuti. Beberapa area fungsional terdiri dari bermacam-macam fungsi bisnis, aktifitas bisnis dengan area fungsional dari operasionalnya.
1.    Marketing dan sales : Area fungsional ini termasuk fungsi bisnis dari pemasaran, pemrosesan sales order, customer relationship management, customer support, sales forecasting, dan periklanan.
2.    Produksi dan manajemen material : Area fungsional ini termasuk fungsi bisnis dari pembelian, penerimaan, transportasi/ logistik, jadwal produksi, manufacturing, dan plant maintenance.
3.    Akuntansi dan keuangan : Area fungsional ini termasuk fungsi bisnis dari akuntansi keuangan, alokasi biaya dan control, perencanaan dan budgeting, dan cash-flow management.
4.    Human resource : Area fungsional ini termasuk fungsi bisnis dari perekrutan dan hiring, pelatihan, penggajian, dan benefit.
b.      Sebutkan Area Fungsional
Area fungsional dalam perusahaan, yaitu :
1.   Pemasaran
2.   Manufaktur
3.   Keuangan
4.   Sumber daya manusia
5.   Jasa Informasi.
Jenis-jenis Sistem Informasi Area Fungsional :
1.    Sistem Informasi Akuntansi
Sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi akuntansi (departement / bagian Akuntansi). Sistem ini mencakup semua transaksi yang berhubungan dengan keuangan dalam perusahaan.
2.   Sistem Informasi Keuangan
Sistem informasi keuangan digunakan untuk mendukung manajer keuangan dalam mengambil keputusan yang menyangkut persoalan keuangan perusahaan dan pengalokasian serta pengendalian sumber daya keuangan dalam perusahaan.
3.    Sistem Informasi Manufaktur
Sistem informasi yang bekerja sama dengan sistem informasi lain untuk mendukung manejeman perusahaan dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan.

4.    Sebutkan Proses Bisnis di SAP dan Definisinya.
a.    Sebutkan Proses Bisnis di SAP
Sistem SAP dikembangkan dengan tujuan untuk mengintegrasikan keseluruhan rangkaian proses bisnis yang terdapat pada suatu organisasi, misalnya perusahaan manufacturing, ini berarti integrasi keseluruhan proses supply chain, mulai dari supplier sampai dengan customer, dalam suatu rangkaian proses yang saling berbagi informasi.
Berikut akan diuraikan secara garis besar mengenai proses-proses bisnis yang berlaku pada suatu organisasi manufacturing meliputi :
1.    Rangkaian proses end-to-end
2.    Proses Procurement to Payment
3.    Proses Order to Cash
4.    Proses Inventory/Warehouse Management
5.    Proses Plan & Manage Enterprise (FI/CO)
b.   Definisi Proses Bisnis di SAP
SAP (System Application and Product in data processing) adalah suatu software Enterprise Resources Planning (ERP), yaitu suatu tools IT dan manajemen untuk membantu perusahaan merencanakan dan melakukan kegiatan operasionalnya. Software ini dikembangkan untuk mendukung suatu perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya secara lebih efisien dan efektif. SAP merupakan software yang banyak dipakai di perusahaan besar untuk mendukung integrasi proses bisnis.
SAP secara umum terdiri dari 3 fungsi :
1.   Functional, berkaitan dengan design business process dari ERP. Persoalan design ini penting, karena proses pembelian barang pada pabrik Mobil dengan pabrik Motor tentunya memiliki flow yang berbeda.
2.   ABAPER, dengan nama lain programmer, bertugas membuat report / custom akan sistem SAP. ABAP merupakan bahasa pemrograman sendiri yang dibuat oleh SAP.
3.   Basis, adalah system administrator. Basis inilah yang membuat user, membuat roles & profiles, mengatur security parameter, mengatur scheduling, set up system dan pekerjaan admin lainnya.

DAFTAR PUSTAKA
Widyatmini.1996.DiktatPengantarBisnis.Gunadarma:Jakarta
Solihin Ismail. 2006 . Pengantar Bisnis. Prenada Media : Jakarta
DH Basu Swastha DR.1998.PengantarBisnisModern.Liberty:Yogyakarta
Boone, Louis E. and David L. Kurtz. (2000). Contemporary Business.Harcout Inc.
Griffin, Ricky W. and Ronald J. Elbert. (2002). Business. 6th edition. Prentice Hall.

Tentang SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA (Human Resource Informasi Systems)


"TUGAS"
Carilah tentang Human Resource Informasi Systems
-Buatlah definisi, fungsi, karakteristik, sumber, komponen dan contohnya.
-Tulis tangan di kertas double folio.
-Sistem Informasi Sumber Daya Manusia.

1.        Definisi Sistem Informasi Sumber Daya Manusia
Sistem Informasi Sumber Daya Manusia adalah sebuah sistem berbasis komputer yang berfungsi mengatur, menganalisa dan mengelola sumber daya manusia sehingga diperoleh informasi yang tepat guna untuk pengambilan keputusan.

2.        Fungsi Sistem Informasi Sumber Daya Manusia
1.    Perengkrutan dan Penerimaan (Recruiting and Hiring)
SDM membantu menerima pegawai baru ke dalam perusahaan dan mengikuti perkembangan terakhir dalam peraturan pemerintah yang mempengaruhi praktek kepegawaian dan menasehati manajemen untuk menentukan kebijakan yang sesuai.
2.    Pendidikan dan Pelatihan
Selama periode kepegawaian, SDM dapat mengatur berbagai program pendidikan dan pelatihan yang diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian kerja pegawai.
3.    Manajemen Data
Proses pengelolaan data sehingga dapat digunakan sebagai sumber (informasi/analisis) yang dapat dipercaya untuk perorangan/umum.
4.    Penghentian dan Admistrasi Tunjangan
Selama pegawai diperkerjakan oleh perusahaan, mereka menerima paket tunjangan. Setelah penghentian, SDM mengurus program pensiun perusahaan bagi mantan pegawai yang berhak.
5.    Perencanaan Karir (Career Planning)
Bertanggung jawab atas pengelolaan, perencanaan dan jenjang karir bagi seluruh anggota organisasi.
6.    Hubungan Karyawan (Employee Relations)
Berfungsi sebagai internal PR bagi setiap kebutuhan pegawai terhadap informasi, kebijakan dan peraturan perusahaan.
7.    Manajemen Pemisahan (Separation Management)
Berfungsi untuk mengelola seluruh tindakan pemutusan hubungan kerja dalam organisasi banyak yang disebabkan karena normal separation (pensiun, habisnya masa kontrak, atau meninggal), forced separation (indisipliner, dll), atau early retirement (pensiun sebelum masanya).
8.    Adimistrasi Personalia (Personnel Administration)
Berfungsi mendukung terlaksananya fungsi SDM yang lain. Secara umum fungsi ini bertanggung jawab terhadap Employee Database, Payroll dan pembayaran benefit lainnya, pinjaman karyawan, absensi, pencatatan cuti tahunan.

3.        Karakteristik Sistem Informasi Sumber Daya Manusia
1.    Tepat waktu
Informasi yang disajikan kepada pemakai harus dilakukan dengan baik atau benar dan harus up to date, serta diterapkan pada waktu yang layak dan tepat waktu.
2.    Akurat
Informasi yang dibutuhkan oleh pemakai harus memenuhi tingkat akurasi atau ketepatan yang tinggi, bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material dan dapat diandalkan oleh pemakainya.
3.    Ringkas
Manajer dapat menyerap banyak informasi yang dibutuhkan dalam situasi tertentu.
4.    Relevan
Manajer haruslah mendapatkan hanya informasi yang dibutuhkan dalam situasi tertentu.
5.    Lengkap
Manajer harus mendapatkan informasi yang lengkap dan tidak terpotong-potong.

4.        Sumber-Sumber Informasi dari Sistem Informasi Sumber Daya Manusia
1.    Blangko-blangko lamaran
Blangko lamaran harus dirancang sebagai guna mengumpulkan informasi yang dibutuhkan untuk Sistem Informasi Sumber Daya Manusia. Informasi ini mencakup tingkat pendidikan, keahlian, dan data biografis lainnya yang relevan.
2.    Evaluasi-evaluasi penting
Informasi penting harus dimutahirkan secara periodik meliputi keahlian dan bakat karyawan, tingkat kinerja saat ini dan potensi pertumbuhannya. Organisasi memerlukan informasi yang penting untuk membuat keputusan-keputusan perencanaan jangka panjang menyangkut individu-individu yang memiliki potensi promosi
3.    Maklumat-maklumat perubahan personalia
Organisasi telah mengembangkan blanko sederhana yang disebut maklumat perubahan personalia (personal change notice), dimana penyedia diminta melengkapi dan mengirimkan ke bagian sumber daya manusia.
4.    Tindakan-tindakan pendisiplinan
Informasi yang bersangkut-paut tindakan disipliner formal juga diperlukan dalam Sistem Informasi Sumber Daya Manusia. Beberapa organisasi menggunakan formulir khusus untuk melaporkan informasi ini kepada bagian sumber daya manusia.
5.    Daftar gaji
Sistem Informasi Sumber Daya Manusia kadang-kadang berisi riwayat gaji setiap karyawan, termasuk gaji dasar, persentase kenaikan setiap tahun dan setiap bonus serta penghargaan khusus yang telah diberikan.

5.        Komponen Sistem Informasi Sumber Daya Manusia
1.    Fungsi Masukan
Yaitu memberikan kemampuan untuk memasukan informasi personalia kedalam Sistem Sumber Daya Manusia. Fungsi ini mengumpulkan data, seperti : siapa yang mengumpulkan data, kapan, dan bagaimana data diproses.
2.    Fungsi Pemrosesan
Sistem data dimasukan ke dalam sistem informasi. Fungsi pemeliharaan data baru (data maintenance function) akan memperbaharui dan menambahkan data baru ke dalam basis data yang ada.
3.    Fungsi Keluaran
Untuk menghasilkan fungsi keluaran yang bernilai bagi pemakai-pemakai komputer, Sistem Informasi Sumber Daya Manusia harus memproses keluaran tersebut, membuat kalkulasi-kalkulasi yang diperlukan dan setelah itu memformat persentasinya dengan cara yang dapat dimengerti oleh para pemakai.

6.        Contoh Sistem Informasi Sumber Daya Manusia
     Contohnya adalah :
1.    Penelitian Suksesi (succession study).
2.    Analisis dan evaluasi jabatan (job analysis and evaluation).
3.    Penelitian keluhan (grievance studies)
Contoh lainnya : Dalam mengelola sumber daya manusia yang dimiliki PT. XXX menggunakan informasi yang dihasilkan dari sistem manual. Oleh karena itu sering dihadapi masalah yang ditimbulkan karenanya. Untuk mengatasi masalah yang ada pada sistem manual tersebut perlu dibuat Sistem Informasi Sumber Daya Manusia berbasis komputer sehingga pengelolaan data dan pembuatan informasi sumber daya manusia dapat dilakukan dengan lebih baik. Pada penelitian ini akan difokuskan pada tiga kegiatan manajemen sumber daya manusia yaitu tentang penarikan eksternal ( external recruitment ), seleksi ( selection ) dan pengembangan ( development ) karyawan. Untuk mengalisa sistem yang akan dikembangkan digunakan Data Flow Diagram (DFD) sehingga memudahkan dalam  menguraikan  permasalahan. Dari analisa tersebut diharapkan dapat menghasilkan sebuah model  sistem informasi baru yang lebih baik dari sistem  sebelumnya, sehingga dapat memberikan manfaat bagi kinerja manajer sumber daya manusia. Metode pengembangan sistem baru menggunakan model prototype yaitu proses pembuatan model perangkat lunak yang akan dibuat tanpa menyertakan rincian pemasukan data, proses dan keluaran yang diperlukan. Tahap-tahap yang digunakan dalam pengembangan sistem ini antara lain : tahap pengumpulan kebutuhan, tahap analisa, tahap perancangan dan tahap implementasi. Hal tersebut pada akhirnya dihasilkan sebuah model  sistem informasi yang akan digunakan untuk merancang sistem.

Postingan TERBARU

SISTEM CERDAS - Spreading Activation Mobile (SAM)

Spreading Activation Mobile (SAM) adalah aplikasi yang dikembangkan oleh Cincinnati Children’s Hospital Medical Center untuk ngelacak k...

Postingan POPULER